Guru SMAN 1 Parongpong Ikuti Penguatan Komite Pembelajaran Sekolah Penggerak

Sebanyak 123 peserta komite pembelajaran yang berasal 25 sekolah penggerak semua jenjang di Kabupaten Bandung Barat yang terdiri 25 kepala sekolah, 25 pengawas, dan 73 guru yang mengikuti penguatan komite pembelajaran sekolah penggerak yang diselenggarakan oleh PPPPTK TK PLB. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Sabtu 30 Oktober 2021.

Bertempat di SMPN 3 Ngamprah, Kabupaten Bandung Barat. Acara ini diawali dengan pembukaan oleh Dr. Herry Taryana, S.IP., M, Pd. Sebagai salah satu Pelatih Ahli Sekolah Penggerak Angakatan 1. Beliau menyampaikan tujuan kegiatan penguatan komite pembelajaran adalah untuk mewujudkan pembelajaran yang berpihak kepada murid, dalam upaya tersebut baik guru, kepala sekolah, dan pengawas harus memiliki kompetensi sesuai Perdirjen GTK Nomor 6565/B/GT/2020 tentang model kompetensi dalam pengembangan profesi guru.

Seperti yang kita ketahui bahwa sekolah penggerak adalah salah satu program unggulan Kemendikbudristek yang berfokus pada pengembangan hasil belajar siswa secara holistik yang mencakup literasi dan numerasi serta karakter murid. Dalam Sekolah Penggerak, guru harus memberikan pelajaran tidak hanya satu arah, melaikan berbagai aktivitas yang aman, nyaman, dan menyenangkan serta memuat kompetensi-kompetensi bernalar kritis, kolaborasi, dan kreatif. Oleh karena itu, baik guru, kepala sekolah, dan pengawas Pendidikan diharuskan mempunyai kompetensi yang diharapkan agar pembelajaran di sekolah dapat terselenggera dengan maksimal dan berorientasi kepada murid.

Setelah pembukaan, kegiatan dilanjutkan sesi kelas, pada sesi ini para peserta yang terdiri guru, kepala sekolah dan pengawas melakukan berbagai aktifitas diskusi kelompok yang difasilitasi oleh Pelatih Ahli Sekolah Penggerak. Aktifitas pertama yang dilakukan di kelas yaitu para peserta   mengidentifikasi model kompetensi guru apa saja yang sudah dimiliki dan yang belum dimiliki sesuai Perdirjen GTK Nomor 6565/B/GT/2020.  

Berdasakan Perdirjen GTK Nomor 6565/B/GT/2020 bahwa yang dimaksud Model Kompetensi adalah representasi dari kompetensi guru yang kompetensi kepemimpinan pendidikan menjadi kompetensi yang terintegrasi. Terdapat 3 katogori model kompetensi guru yang tercantum dalam Lampiran I berisi diantaranya;

  • Kategori pengetahuan professional
    • menganalisis struktur dan alur pengetahuan untuk pembelajaran;
    • menjabarkan tahap penguasaan kompetensi murid; dan
    • menetapkan tujuan belajar sesuai dengan karakteristik murid, kurikulum, dan profil pelajar Pancasila.
  • Kategori Praktik profesional:
    • mengembangkan lingkungan kelas yang memfasilitasi murid belajar secara aman dan nyaman;
    • menyusun desain, melaksanakan, dan merefleksikan pembelajaran yang efektif;
    • melakukan asesmen, memberi umpan balik, dan menyampaikan laporan belajar; dan
    • mengikutsertakan orang tua/wali murid dan masyarakat dalam pembelajaran.
  • Kategori Pengembangan profesi
    • menunjukkan kebiasaan refleksi untuk pengembangan diri secara mandiri;
    • menunjukkan kematangan spiritual, moral, dan emosi, untuk berperilaku sesuai kode etik guru;
    • menunjukkan praktik dan kebiasaan bekerja yang berorientasi pada anak;
    • melakukan pengembangan potensi secara gotong royong untuk menumbuhkan perilaku kerja; dan
    • berpartisipasi aktif dalam jejaring dan organisasi profesi untuk mengembangkan karier.

Sedangkan kompetensi kepemimpinan Pendidikan pada Lampiran II memiliki 4 kategori, diantaranya :

  • Kategori Pengembangan diri dan orang lain
    • menunjukkan praktik pengembangan diri berdasarkan kesadaran dan kemauan pribadi;
    • mengembangkan kompetensi warga sekolah untuk meningkatkan kualitas pembelajaran;
    • berpartisipasi aktif dalam jejaring dan organisasi yang relevan dengan kepemimpinan sekolah untuk mengembangkan karier; dan
    • menunjukkan kematangan spiritual, moral, dan emosi untuk berperilaku sesuai dengan kode etik.
  • kepemimpinan pembelajaran
    • memimpin upaya pengembangan lingkungan belajar yang berpusat pada murid;
    • memimpin perencanaan dan pelaksanaan proses belajar yang berpusat pada murid;
    • memimpin refleksi dan perbaikan kualitas proses belajar yang berpusat pada murid; dan
    • melibatkan orang tua/wali murid sebagai pendamping dan sumber belajar di sekolah.
  • kepemimpinan manajemen sekolah
    • mengembangkan dan mewujudkan visi sekolah yang berorientasi pada murid; dan
    • memimpin dan mengelola program sekolah yang berdampak pada murid.
  • Kepemimpinan pengembangan sekolah
    • memimpin program pengembangan sekolah untuk mengoptimalkan proses belajar murid dan mendukung kebutuhan masyarakat sekitar sekolah yang relevan; dan
    • melibatkan orang tua/wali murid dan masyarakat dalam pengembangan sekolah.

Aktifitas selanjutnya, para peserta difasilitasi untuk melakukan tahap analisis studi kasus dengan medel kompetensi guru. Selain itu, para peserta diharsukan untuk menyusun rencana  model kompetensi guru yang terdiri dari hasil yang akan dicapai, strategi pencapaian, dan tantangan yang akan dihadapi serta upaya yang dilakukan dalam menyelesaikan tantangan tersebut.

Terakhir, kegiatan ini ditutup dengan berbagi praktik baik yang sudah dilakukan selama tiga bulan terakhir di sekolah masing-masing serta refleksi kegiatan penguatan komite pembelajaran sekolah penggerak. Semoga kegiatan ini dapat membawa dampak yang baik dalam peningkatan model kompetensi guru di satuan pendidikan masing-masing agar pembelajaran yang berpihak kepada murid dapat berjalan optimal.

 

 

Oleh

Irpan Iskandar

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *